Backlink adalah bagian penting dari SEO yang harus benar-benar dipahami agar bisa diimplementasikan secara proporsional dan efektif.
Blog ini menyumbangkan sedikit tentang Backlink, tetapi diharapkan bisa menambah wawasan, khususnya untuk para Blogger pemula.

Tentang Saya

| |

Di usia yang mulai memasuki setengah abad saya baru mengenal internet. Awalnya dimulai dengan browsing mencari referensi untuk tulisan-tulisan saya. Itu saja bagi saya sudah sangat mengasyikkan karena ternyata di internet banyak informasi yang tidak bisa ditemukan di dunia nyata. Saat itu di kalangan teman sebaya dan sesama wartawan, saya termasuk bukan orang yang gaptek. Kalau boleh dibilang, satu-satunya bekal saya memasuki bisnis internet adalah pengalaman menulis saya yang sudah bertahun-tahun. Dari mulai membuat reportase, lay-out, mengedit bahkan berimprovisasi untuk memenuhi kolom tulisan-tulisan yang kurang beberapa baris. Jadi saya tidak perlu minder, paling tidak saya punya sedikit bekal untuk membuat konten.

Dari browsing lalu mulai belajar sendiri bikin blog gratisan. Awalnya saya tidak tahu kalau di internet itu ada bisnisnya. Baru tahu sesudah seorang teman yang melihat saya selalu asyik ke warnet bilang: “Wah, lama-lama Sampeyan bisa jadi netpreneur !”
Setelah itu saya bertanya-tanya sendiri, apa benar di internet ada bisnisnya ? Lalu bisnis apa ?
Kemudian saya ketikkan di browser : bisnis internet. Nah, yang keluar ternyata beragam bisnis yang manis-manis. Semua menjanjikan penghasilan jutaan hanya dengan kerja beberapa jam per hari. Dan terus terang saja, sampai saat ini masih banyak yang belum mengetahui tentang bisnis internet. Pikir mereka paling jauh adalah menawarkan semacam jasa atau barang dagangan melalui internet.

Saat itu saya merasa tahu lebih banyak dan mulai mencoba apa itu bisnis internet. Ternyata membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyadari bahwa iklan-iklan bisnis di internet itu lebih banyak bohongnya daripada benarnya. Di tengah-tengah fase yang tak jelas harus berbuat apa itu, saya secara iseng mendaftarkan diri ke Asian Brain. Soalnya pada waktu itu ada promo gratis untuk kursus selama sebulan. Disitulah terjawab semua pertanyaan saya, apa itu bisnis internet dan bagaimana memulainya dengan cara yang benar. Kalau saya menyebut nama Asian Brain dengan Anne Ahiranya, atau sebaliknya, maka ini sama sekali bukan iklan. Bisa Anda cari bahwa saya tidak memasang link referralnya, tetapi saya hanya ingin menceritakan yang sebenarnya.

Menjadi murid Asian Brain kalau tak salah hanya sekitar tiga bulan. Pasalnya Bu Guru menuntut terlalu cepat, belum selesai saya meriset keyword dan mencoba untuk memahaminya secara tuntas. Bulan berikutnya sudah diajari masalah mencari backlink dan memasang adsen. Pada bulan berikutnya ketika saya sedang belajar membuat konten dengan menyisipkan keyword sebanyak 3 persen dari jumlah kata dalam naskah yang saya buat, Bu Guru sudah mengajari yang terlalu jauh.

Daripada “setengah matang” diburu jadual belajar di Asian Brain sementara di sisi dikejar-kejar pekerjaan saya. Saya lebih baik memilih untuk “cuti” sementara. Tapi akhirnya keterusan sampai sekarang. Selanjutnya saya kembangkan sendiri pelajaran awal yang pada hakekatnya adalah prinsip-prinsip internet marketing Ibu Guru Anne Ahira.

Proses selanjutnya bukan tanpa pengorbanan sama sekali. Ada tiga domain lengkap dengan hostingnya yang saya biarkan terbengkelai gara-gara namanya yang saya sesuaikan dengan keyword pilihan saya, ternyata pada riset seterusnya kurang tepat. Belakangan, berdasarkan pengalaman saya sendiri, saya baru tahu bahwa nama domain boleh dibilang tak ada pengaruhnya dengan keyword. Meta title dan Meta Description lah yang justru sangat menentukan apakah situs kita bisa diindeks oleh google atau tidak.

Situs saya yang pertama, langsung menggunakan top level domain US untuk jualan di AS sana. Hanya berbekal keyword dan internal link ditambah mendaftar ke beberapa blog direktori, dengan sekitar 20 konten keyword yang saya bidik berhasil duduk di posisi paling atas halaman satu. Sekitar 5 keyword berada di halaman dua dan tiga. Karena saat itu saya belum tahu yang namanya Google Dance, posisi keyword utama yang naik turun itu saya mantapkan dengan menggerojok beberapa internal link. Maksud saya biar duduk di puncak dan tidak berubah-ubah posisi agar memantapkan hati saya untuk mendorong semangat membuat konten selanjutnya.

Hasilnya justru berantakan. Keyword utama saya justru hilang sama sekali dari halaman Google, sampai sekarang yang berarti sudah lewat sepuluh bulan. Pengalaman ini mengajarkan pada saya bahwa optimasi tidak boleh dilakukan seketika, dibutuhkan kesabaran untuk mengesankan agar sebuah situs terkesan tumbuh secara alamiah. Merasa ada yang kurang beres lalu saya berguru, sebenarnya hanya beli e-booknya Cosa Aranda dan menjadi member dia.

Kali ini terbuka cakrawala baru lagi. Pak Guru Cosa Aranda tidak mengajarkan bagaimana seharusnya orang berjualan di internet. Tetapi cenderung mengajarkan optimasi secara teknis untuk mendukung agar situs kita bisa lebih SEO friendly. Dengan demikian akan menjadi lebih mudah untuk naik ke posisi teratas di search engine. Apalagi soal konten, Pak Guru Cosa Aranda seolah enggan untuk menyentuhnya. Hubungan dengan Cosa Aranda terputus gara-gara komputer saya rusak. Usai diperbaiki, link ke Cosa tidak nyambung. Setelah saya coba kontak beberapa kali juga tidak nyambung, ya sudah. Padahal masih ada satu e-book yang belum sempat saya buka.

Kesimpulan dasar yang bisa ditarik dari sini adalah bisnis internet merupakan satu bidang tersendiri dengan aplikasi dan aspek berbagai disiplin ilmu yang masih sangat terbuka untuk dikembangkan lebih jauh. Memasuki bisnis internet merupakan suatu proses yang panjang dan bukan instan.

Baik Anne Ahira dan Cosa Aranda yang sama-sama berkiprah di bisnis internet memiliki perbedaan mendasar yang sangat besar. Andaikata keduanya bisa disatukan (maksud saya ilmunya, bukan orangnya yang dikawinkan) akan menjadi suatu sinergi yang bisa menciptakan pebisnis-pebisnis internet Indonesia yang handal. Hanya dua orang itu guru saya yang bersifat “resmi”, artinya saya memperoleh pelajaran dengan cara membayar.

Sedangkan Pak Guru dan Ibu Guru yang “gratisan” tak terhitung banyaknya. Mereka yang bersedia berbagi secara gratis telah menyumbang pengetahuan yang sangat besar bagi para bloger Indonesia. Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa bangsa Indonesia tak kalah berkiprah di dunia internet dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain. Ditengah keprihatinan, bangsa kita ternyata menyimpan banyak sumber daya yang memiliki motivasi dan kemampuan intelegensi yang bisa diandalkan. Mereka adalah insan-insan Indonesia yang mulia meskipun terpaksa harus berada di lingkungan masyarakat yang cenderung bermental korupsi dan bersikap terbelakang. Semoga keberadaan mereka segera disusul oleh para blogger pemula lainnya untuk mengembalikan harkat dan martabat bangsa ini di mata dunia.

Readmore..
 
© Copyright 2010. yourblogname.com . All rights reserved | yourblogname.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com - zoomtemplate.com